Artikel Islami
ZIS Tanda Ketauhidan kepada Allah

ZIS Tanda Ketauhidan kepada Allah
Orang mencintai harta, tapi ketika Allah memerintahkan untuk berkurban, maka dia akan berkurban. Nabi Ibrahim a.s mencintai anaknya, tapi ketika Allah memerintahkan untuk menyembelihnya, maka ia lebih memilih perintah Allah.

Salah satu perintah Allah kepada manusia adalah memiliki kepekaan atau kepedulian kepada sesamanya. Dalam hal ini, Islam mengajarkan manusia untuk berzakat,berinfak, dan bersedekah. Karenanya, sebagai orang yang beriman, mau tidak mau harus mengikuti apa yang Allah perintahkan.

Ketika seseorang beriman dan memiliki kelapangan rezeki atau harta, ia akan senantiasa melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Jika sudah sampai nishab, berarti ia wajib mengeluarkan zakat. Jika belum, berarti sangat dianjurkan untuk sedekah. Intinya adalah bagaimana merealisasikan keimanan itu dalam bentuk amaliyah harta (beramal dalam bentuk harta).

Di dalam al-Quran, ketika ada perintah untuk salat, maka perintah itu diiringi dengan perintah menunaikan zakat. Artinya apa? Ketika hubungan kita baik dengan Allah, maka kita harus memiliki hubungan baik pula dengan sesame manusia.

Beramal dalam bentuk harta membutuhkan latihan. Mengapa? Karena manusia memiliki kecenderungan mencintai harta.  Dan bagi mereka yang lemah keimanannya, akan berat ketika mengeluarkan harta untuk zakat dan sedekah.

Maka, ketika orang diperintahkan untuk berbagi, atau mengeluarkan harta yang dimilikinya, maka sesungguhnya itu sebagai bukti ketauhidan kepada Allah SWT. Tidak ada yang lebih dicintai di hati selain Allah SWT.

Termasuk kurban. Orang mencintai harta, tapi ketika Allah memerintahkan untuk berkurban, maka dia akan berkurban. Nabi Ibrahim a.s mencintai anaknya, tapi ketika Allah memerintahkan untuk menyembelihnya, maka ia lebih memilih perintah Allah. Ini bukti ketauhidan seseorang.

Jadi, mental kepedulian terhadap sesame itu salah satu penggeraknya adalah ketauhidan kepada Allah. Semakin tinggi rasa ketauhidan kepada Allah, semakin tinggi pula kepedulian kepada sesama.

Agar memiliki mental dermawan, dibutuhkan latihan dan kekuatan iman. Maka, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid(DT) menjadi lembaga yang tidak hanya menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah tapi juga mengedukasi masyarakat.

DPU DT memiliki progam sosial, pendidikan, ekonomi, dan dakwah dengan tujuan agar masyarakat berubah dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Tidak hanya itu, tujuan lainnya yakni menumbuhkan mental dermawan, sebagaimana sabda Rasulullah saw; “Tangan di atas, jauh lebih baik dari tangan di bawah.[]
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
Sehat dan Bahagia dengan Bersedekah
Sehat dan Bahagia dengan Bersedekah
12
Sesungguhnya ketakutan yang dipelihara itu memblokir jalur-jalur cerdas di dalam otak. Dengan melaksanakan zakat, infak, dan sedekah, gerendel serta blokir-blokir mental itu akan terbuka.